meskipun sejujurnya saya juga kurang mengerti kenapa saya yang harus merasa sedih. mungkin ini semua berawal karena saya peduli. saya tahu kalau peduli itu bagus. tidak ada yang salah dengan kepedulian. dan kepedulian saya juga tidak berlebihan, kok.
hanya saja saya sangat menyayangkan.
kenapa? kenapa kepedulian saya tidak bisa merubah apa-apa?
setiap kali saya peduli dan berniat untuk melakukan sesuatu.. melakukan sebuah perubahan sekecil apapun itu pada dia atau mereka..
kenapa pada akhirnya selalu hanya saya yang mendapatkan esensinya dan belajar dari semua itu? sementara dia atau mereka tidak berubah sama sekali. kenapa pada akhirnya selalu saya yang jadi lebih mengetahui dan menyerap dan belajar banyak akan hal-hal yang tadinya saya harapkan bisa terjadi pada dia atau mereka?
bukannya saya tidak memerlukan atau tidak bersyukur atas apa yang sudah saya pelajari.
tetapi kalau saya bisa menukarkan pelajaran-pelajaran ini dengan sedikit perubahan saja pada hal yang ingin saya ubah itu..
saya akan tukarkan semuanya. yang saya inginkan adalah perubahan padanya atau mereka. perubahan sedikit saja.
saya tidak mau terus-terusan bersedih saat saya melihat dia atau mereka. dan saya juga tidak mau berhenti bersedih melihatnya atau mereka sebelum perubahan itu terjadi.

wagh...ngomongin apa nih...ciee..sapa tuh dia?
ReplyDeletewah, kep.. masihkah topik yang sama?
ReplyDelete@ ulung : wah2 gabisa dibahas disini euy lung :p
ReplyDelete@ t'nita : iya teh masih topik yg sama. kita ga maju2 yaa hahahahaa. ntar deh aku ceritain di dunia nyata sambil berpusing2 ria sama si chamber :p
hahaha.. iya nih gak maju2.. :P
ReplyDeletelg blm punya ide buat nulis lagi.. hehehehe..
ntar deh. deket2 bulan feb pasti kita banyak menulis. hahaha.
ReplyDelete(menulis aransemen dan target latian, absen anak2 dan lalalala, maksudnya :p)